. PENCATATAN ELEMEN DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH Bagian 2 - WALI COMPUTER
xRxMD7PS3NtTSVmco65VMRdxlfCE6kZjEW7YE8i1

PENCATATAN ELEMEN DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH Bagian 2

Post a Comment
razitaops.com, Admin akan melanjutkan postingan mengenai pencatatan elemen dasar akuntansi pemerintah daerah yang admin posting kemarin.

PENCATATAN ELEMEN DASAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH Bagian 2

b. Menjual Pendapatan 
Berikut ilustrasi akuntansi pemerintah pendapatan pajak.
1. Pendapatan yang disetor ke BUD
SKPD
SKPD





BUD

2. Pendapatan melalui kas bendahara penerimaan
SKPD
Penerimaan kas oleh bendahara penerimaan
jurnal 1
jurnal 2

Contoh:
Pemerintah provinsi X memberikan kuasa kepada PT Y untuk melakukan pemungutan pajak bahan bakar dengan memberikan upah pungut sebesar 2% dari jumlah penerimaan. Pada bulan Mei 2018, jumlah penerimaan pajak bahan bakar Rp.100.000.000, dengan upah pungut yang dipotong langsung Rp.2.000.000. Jurnal untuk contoh tersebut sebagai berikut. 

SKPD
skpd

c. Pencatatan jurnal penerimaan kembali belanja
Meskipun pembayaran belanja telah dilakukan secara hati-hati, namun kadang-kadang terjadi kesalahan atau kelebihan sehingga ada koreksi atau penerimaan kembali belanja di kemudian hari. 
Contoh 1: 
Pada bulan Juni 2018 diterima kembali belanja pegawai bulan Maret 2017 sejumlah Rp.2.000.000. jurnal untuk penerimaan kembali belanja tersebut sebagai berikut.
skpd

Contoh 2:
Pada bulan Juni 2018 diterima pengembalian belanja perjalanan dinas sejumlah Rp.5.000.000 dari seorang pegawai yang dibayarkan pada tahun 2017. Jurnal untuk penerimaan kembali belanja tersebut sebagai berikut.
skpd

d. Akuntansi suplus/defisit
Suplus adalah selisih lebih antar pendapatan dan belanja selama satu periode laporan. Adapun defisit adalah selisih kurang antara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan. 
Contoh: 
Estimasi pendapatan di DPA SKPD Rp.10.000.000 dan realisasi pendapatan 9.000.000. Allotment belanja Rp.20.000.000 dan realisasi belanja Rp.18.000.000. 

Jurnal penutup di SKPD, yaitu sebagai berikut.
jurnal

Contoh:
Estimasi pendapatan Rp.1.000.000.000.000 dari realisasi pendapatan Rp.950.000.000.000. sementara, apropriasi belanja Rp.1.250.000.000.000 dan realisasi belanaja Rp.1.100.000.000.000.
jurnal

e. pencatatan jurnal trnasaksi penerimaan pembiayaan 
Transaksi-transaksi yang berkaitan dengan pembiayaan dicatat dan dibukukan oleh Bendahara Umum Daerah (BUD). 
Contoh: 
Pada tahun 2018 diterima pinjaman dari pemerintah pusat sejumlah Rp.500.000.000 pinjaman ini merupakan pinjaman jangka panjang, yang akan diangsur selama 5 tahun mulai tahun 2019. 

Jurnal untuk penerimaan pinjaman tersebut, yaitu sebagai berikut.
jurnal

f. Pencatatan transaksi pengeluaran pembiayaan
Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkannya kas di kas daerah.
Contoh:
Dikeluarkan uang sejumlah Rp.100.000.000 sebagai penyertaan modal pada PDAM.

Jurnal untukpengeluaran penyertaan modal pada PDAM tersebut sebagai beikut.
jurnal

E. Postingan Buku Besar Dalam Akuntansi Pemerintah
Setelah dilakukan pencatatan jurnal, langkah selanjutnya adalah melakukan pembukuan ayat-ayat jurnal tersebut ke dalam buku besar, kegiatan tersebut disebut posting.

1. Pengertian buku besar
Buku besar (general ledger) merupakan buku yang berisi kumpulan akun-akun perusahaan atau lembaga/instansi pemerintah. Akun sering disebut sebagai rekening atau perkiraan akun-akun yang terdapat dalam neraca. Akun-akun ini disebut sebagai akun terbuka atau akun riill. Akun ini memiliki saldo yagn dilaporkan dalam neraca. Contohnya adalah akun kas, akun piutang, dan akun perlengkapan. Adapun akun-akun yang terdapat dalam laba rugi disebut sebagai akun nominal atau akun tertutup. Dikatakan demikian, karena saldo nominal akun-akun ini harus dibuat menjadi (nol) pada akhir periode dengan membuat jurnal penutup. Contoh akun yang terdapat dalam laporan laba rugi di antaranya beban operasi, beban pemasaran, beban gaji, pendapatan jasa, dan pendapatan sewa. 

2. Bentuk buku besar
Bentuk buku besar meliputi skontro dan bentuk stafel. Bentuk skontro disebut juga dengan bentuk hoizontal atau bentuk akun T. Bentuk stafel atau biasa juga disebut bentuk vertikal (balance-column account).

Bentuk buku besar T
buku besar

Buku besar berbentuk stafel (balance-column account) tersebut sedikit berbeda dengan rekening T. Beberapa perbedaan tersebut, yaitu sebagai berikut: 
a. Letak kolom debet dan kredit tidak berlawanan tetapi berdampingan. 
b. Kolom jumlah rupiah bertambah untuk mencatat saldo setiap akun. Dengan kolom tambahan ini maka saldo akun ditentukan setiap kali terjadi transaksi. Dengan demikian, saldo setiap akun akan dengan mudah diketahui setiap saat. 

Tugas 2.4
Kerjakan tugas berikut secara mandiri! 
Diketahui Pemerintah Kabupaten JAYA INDAH pada bulan Desember 2018 melaksanakan transaksi sebagai berikut. 
1 Mendapatkan transfer dana desa dari pemerintah pusat sebesar Rp.12.000.000.000 
3 Menyetor uang tunai ke bank Rp.500.000.000 
5 Menerima transfer dari pemerintah provinsi Rp.1.500.000.000 
9 Menerima pendapatan sewa Rp.300.000.000 
12 Membeli perlengkapan Rp.1.920.000 
15 Membayar gaji pegawai dan tunjangan sebesar Rp.2.000.000.000 
23 membeli kendaraan dinas Dengan total sebesar Rp.250.000.000 
24 Membayar ongkos perawatan peralatan kantor Rp.200.000 
25 Memperhitungkan nilai sisa perlengkapan tinggal Rp.550.000 
26 Pemerintah Kabupaten membayar alat tulis kantor sebesar Rp.10.000.000 
Buatlah jurnal dan posting ke dalam buku besar! 
Jawab

jurnal
buku besar

buku besar

buku besar

buku besar

Demikianlah penjelasan admin untuk postingan kali ini, admin akan lanjutkan lagi pada postingan selanjutnya. Semoga penjelasan admin bisa membantu pembaca menjawab soal latihan.

Sumber: Praktikum akuntansi lembaga/instansi pemerintah kelas xi SMK/MAK, penerbit Bumi Aksara


Related Posts

Post a Comment

Follow by Email